Rabu, 20 Oktober 2010


Sejarah

          Football Club Internazionale Milano S.p.A atau lebih dikenal dengan nama Inter Milan atau yang mempunyai julukan il Nerazurri (si biru hitam), il Biscone (si ular besar), dan juga La Beneamata (yang tersayang) adalah sebuah klub sepak bola Italia, berseragam garis biru-hitam bermain di Seri A (divisi pertama) sejak tahun 1908. pendukung Internazionale disebut Interisti. Inter bermain di stadion Giuseppe Meazza dan berlatih di Angelo Moratti Sports Center (dikenal juga sebagai La Pinetina) sebuah fasilitas latihan berjarak 30 km di Appiano Gentile.
          Klub ini didirikan pada 9 Maret 1908 mengikuti pecahnya dari Klub Kriket dan Sepak bola Milan (Milan Criket and Football Club), yang sekarang lebih dikenal dengan nama AC Milan. Sebuah kelompok terdiri dari orang-orang Italia dan Swiss (Giorgio Muggiani, seorang pelukis yang juga merancang logo klub, Bossard, Lana, Bertoloni, De Olma, Enrico Hintermann, Arturo Hintermann, Carlo Hintermann, Pietro Dell'Oro, Hugo dan Hans Rietmann, Voelkel, Maner , Wipf, dan Carlo Arduss) yang tidak terlalu suka akan dominasi orang-orang Inggris & Italia di AC Milan dan mereka memutuskan untuk memecahkan diri dari AC Milan. Nama Internazionale diambil dari keinginan pendiri-pendirinya untuk membuat satu klub yang terdiri dari banyak pemain dari negara-negara luar.
         Klub ini memenangkan juaranya di tahun 1910 dan yang kedua di tahun 1920. Kapten dan Pelatih yang membawa Inter meraih Scudetto pertama adalah Virgilio Fossati , yang tewas dalam Perang Dunia I.
         Di tahun 1921, Inter termasuk salah satu tim yang keluar dari FIGC dan mengikuti liga yang dibentuk oleh C.C.I (Confederazione Calcistica Italiana). C.C.I merupakan organisasi tandingan FIGC (Federazione Italiana Giuoco Calcio) yang dibentuk oleh tim-tim yang meminta rencana pengurangan anggota Serie-A. Inter berada dalam grup B dalam liga tersebut. Setelah hanya mampu mengumpulkan 11 angka, Inter berada di posisi terbawah klasemen akhir. Hanya bertahan satu musim akhirnya C.C.I bubar karena akhirnya dicapai persetujuan dengan FIGC. Tim-tim yang berlaga di liga C.C.I pun bergabung kembali dalam FIGC, yang mengakibatkan format dan kompetisi disusun ulang dengan menggabungkan tim-tim yang berlaga di liga C.C.I dan Serie-A FIGC. Karena Inter berada di posisi terbawah, seharusnya Inter mengikuti kejuaraan Serie-B dalam format baru kompetisi FIGC. Namun Inter dengan bantuan editor harian La Gazzetta dello Sport melayangkan petisi kepada FIGC untuk menyelamatkan Inter. Akhirnya beberapa minggu sebelum liga bergulir, FIGC menyatakan bahwa Inter akan tetap bermain di Serie-A musim 1922/23.
         Selama waktu perang, Inter juga sempat berganti nama menjadi Ambrosiana SS Milano selama era fasisme di Italia setelah bergabung dengan Milanese Unione Sportiva pada tahun 1928. Bahkan setahun kemudian presiden klub terpilih Oreste Simonotti mematenkan nama Inter menjadi AS Ambrosiana di tahun 1929, untuk menyesuaikan diri dengan kepemimpinan Benito Mussolini, dan pada akhirnya pada tahun 1931, presiden baru Inter Ferdinando Pozzani mengubahnya lagi menjadi AS Ambrosiana-Inter. Walaupun demikian, Inter masih tetap bisa memenangkan trofi ketiga mereka di tahun 1930. Mengikuti itu, trofi keempat dimenangkan di tahun 1938. Inter pertama kali memenangkan Copa Italia (Piala Italia) di tahun 1940 dipimpin oleh Giuseppe Meazza, dan di tahun yang sama mereka memenangkan trofi kelima mereka, meskipun Meazza mengalami cedera. Sejak tahun 1942 sampai sekarang, nama Ambrosiana-Inter tidak pernah dipakai lagi dan mereka memakai nama asli mereka, Internazionale Milano.
          Setelah masa perang, Inter memenangi gelar Seri A lagi pada tahun 1953 dan yang ketujuh di tahun 1954. Setelah memenangi beberapa trofi ini, Inter memasuki masa keemasan mereka yang disebut La Grande Inter. Selama masa keemasan mereka, dibawah asuhan Pelatih Helenio Herrera, Inter memenangkan tiga trofi di tahun 1963, 1965, dan 1966. Pada waktu ini, Inter juga terkenal dengan kemenangan Piala Eropa dua kali berturut-turut. Di tahun 1963, Inter memenangkan trofi Piala Eropa mereka setelah mengalahkan klub terkenal Real Madrid. Musim selanjutnya, bermain di kandang mereka sendiri, Inter memenangkan trofi Piala Eropa untuk kedua kalinya setelah mengalahkan klub dari Portugal, Benfica.


          Setelah masa keemasan di tahun 1960, Inter berhasil untuk memenangkan gelar mereka kesebelas kalinya di tahun 1971 dan kedua belas kalinya di tahun 1980. Pada tahun 1970 dan 1980, Inter juga memenangi dua trofi Piala Italia di tahun 1978 dan 1982. Inter berhasil meraih gelar scudetto mereka yang ke tigabelas kali pada tahun 1989 dan membutuhkan waktu yang sangat panjang hingga 17 tahun hingga mereka dapat memenanginya lagi pada tahun 2006, tetapi melalui cara yang lain dari biasa atau yang mereka sebut dengan "Scudetto of Honesty" (juara dari kejujuran), karena mereka tidak terbukti bersalah dalam skandal "calciopoli" yang ikut menyeret beberapa klub besar Italia yang terbukti bersalah dan mendapat penalti pengurangan poin juga pencopotan gelar bagi juara sebelumnya. Baru pada tahun selanjutnya atau 2007 Inter berhasil menjadi juara bertahan, sekaligus menorehkan rekor dengan 17 kemenangan beruntun di kompetisi lokal.
          Inter kembali menjadi juara bertahan pada tahun 2008,2009 dan 2010. Gelar ini membuat Inter dengan 18 kali juara di peringkat kedua dalam jumlah gelar kompetisi Seri A, di bawah Juventus dengan 27 kali dan mengalahkan rival sekota mereka AC Milan dengan 17 kali. Biarpun begitu Inter adalah satu-satunya tim Seri A yang belum pernah terdegradasi terhitung dari sejak Seri A bergulir, karena itu di dalam lagu kebangsaan nya yang berjudul C'e solo l'Inter (hanya ada Inter satu-satunya) disebutkan bahwa Inter mempunyai gen Seri A dan tidak mengenal Seri lainnya.

          Pada musim 2009/2010 Inter menyamai rekor Juventus dan Torino dengan memenangi gelar Juara Seri A selama 5 Musim secara beruntun.
          Internazionale juga memenangi Piala UEFA mereka tiga kali. Pertama di musim 1990/1991 melawan AS Roma/ Di musim 1993/1994, Inter meraih gelar Piala UEFA dengan mengalahkan klub Austria Casino Salzburg. Di kemenangan Piala UEFA mereka untuk ketiga kalinya, Inter mengalahkan SS Lazio di Parc des Princes, Paris.
          Inter baru memenangi lagi Piala/Liga Champion untuk yang ketiga kalinya pada musim 2009/2010 dengan mengalahkan klub asal Jerman, Bayern Munich di Final, setelah sebelumnya pada Babak semi Final Internazionale secara mengejutkan mengalahkan Klub asal Spanyol, FC Barcelona.yang saat itu sangat di unggulkan karena pada Musim kompetisi 2008/2009 meraih 6 gelar disemua ajang.
          Inter kini juga menjadi tim asal Italia pertama yang meraih treble winner setelah memenangi semua kompetisi yang dijalani inter pada musim 2009/2010 diantaranya Scudetto Liga Italia, Piala Italia, dan Liga Champions.

Warna dan Lambang


           Lambang klub adalah huruf FICM didalam sebuah lingkaran, yang didesain pada tahun 1908, pelukis yang mendesain logo klub yang bertahan hingga sekarang ini adalah Giorgio Muggiani yang juga merupakan salah seorang yang menggagas terbentuknya Inter.
          Inter identik dengan warna hitam biru. Warna hitam mewakili gelapnya malam dan biru mengambarkan langit. Sempat terjadi perubahan saat Inter digabungkan dengan Unione Sportiva Milanese di tahun 1928, yaitu kostum mereka berganti putih dengan tanda palang merah di bagian dada, namun setelah Perang Dunia II usai, Inter kembali ke warna awal mereka.

Presiden Klub

Massimo Moratti, Presiden Inter Milan Nama Tahun
Giovanni Paramithiotti 1908–1909
Ettore Strauss 1909–1910
Carlo de Medici 1910–1912
Emilio Hirzel 1912–1914
Luigi Ansbacher 1914
Giuseppe Visconti di Modrone 1914–1919
Giorgio Hulss 1919–1920
Nama Tahun
Francesco Mauro 1920–1923
Enrico Olivetti 1923–1926
Senatore Borletti 1926–1929
Ernesto Torrusio 1929–1930
Oreste Simonotti 1930–1932
Ferdinando Pozzani 1932–1942
Carlo Masseroni 1942–1955
Angelo Moratti 1955–1968
Ivanoe Fraizzoli 1968–1984
Ernesto Pellegrini 1984–1995
Massimo Moratti 1995–2004
Giacinto Facchetti 2004–2006
Massimo Moratti 2006–sekarang

Stadion



           Stadion tim saat ini adalah Stadion Giuseppe Meazza yang berkapasitas 85.000 orang. Stadion ini juga dikenal dengan nama San Siro. Stadion ini dibuka dengan Pertandingan Derby antara AC.Milan melawan Inter, yang dimana laga itu dimenangkan oleh AC Milan dengan skor 7 - 3. Stadion ini digunakan bersama dengan AC Milan ("AC Milan"), klub besar lain di Milan. Suporter AC Milan menggunakan "San Siro" untuk menyebut stadion itu karena dulunya Giuseppe Meazza merupakan seorang pemain bintang bagi Inter dan mereka tidak begitu menyukai satu sama lain. Jauh sebelum menggunakan Stadion Giuseppe Meazza, Inter selalu menggunakan Stadion Arena.

Rekor
           Inter menjadi satu-satunya klub di Seri A yang tidak pernah turun ke Seri B, karena klub Juventus harus turun ke Seri B pada musim 2006/2007 terkait dengan kasus Calciopoli atau pengaturan skor pertandingan. Dan Pelaku Utamanya adalah Luciano Moggi yang telah dengan Licik menyuap Direktur utama Juventus dan para Wasit agar terlibat skandal dengan pihak yang telah diatur sebelumnya. Skandal ini di italia disebut calciopoli. Pada Musim 2009/2010, Inter Milan menjadi satu-satunya tim di Italia yang mendapat treble winner setelah memenangi tiga gelar sekaligus, yaitu: Seri-A, Coppa Italia dan Liga Champions.

Pemain terkenal


Pemain-pemain terkenal yang pernah memperkuat Inter Milan antara lain:

Giuseppe Meazza
Giacinto FacchettiAdriano Leite Ribeiro
Alessandro Altobelli
Alvaro Recoba
Andreas Brehme
Angelo Domenghini
Angelo Peruzzi
Annibale Frossi
Aristide Guarneri
Armando Picchi
Benito Lorenzi
Christian Vieri
Clarence Seedorf
Corrado Aebi
Cristian Chivu
Davide Santon
Douglas Maicon
Dejan Stanković
Dennis Bergkamp
Diego Milito
Emre Belözoğlu
Esteban Cambiaso
Evaristo Beccalossi
Faas Wilkes
Fabio Cannavaro
Francesco Toldo
Gabriel Batistuta
Giacinto Facchetti
Gianfranco Bedin
Gino Armano
Giorgio Ghezzi
Giovanni Ferrari
Giuseppe Baresi
Giuseppe Bergomi
Giuseppe Meazza
Goran Pandev
Graziano Bini
Hernan Crespo
Herbert Prohaska
Iván Córdoba
Ivano Bordon
Ivan Zamorano
Javier Zanetti
Juan Sebastian Veron
Juergen Klinsmann
Júlio César
Julio cruz
Karl Heinz Rummenigge
Kily Gonzales
Laurent Blanc
Lorenzo Buffon
Lothar Matthäus
Lúcio
Luigi Cevenini
Luís Figo
Luis Jimenez
Luis Suarez
Marco Materazzi
Marco Tardelli
Mario Balotelli
Matthias Sammer
Naka Skoglund
Nicola Berti
Obafemi Martins
Patrick Vieira
Paul Ince
Pino Fossati
Ramon Diaz
Ricardo Quaresma
Roberto Baggio
Roberto Boninsegna
Roberto Carlos
Ronaldo
Samuel Eto'o
Sandro Mazzola
Stefano Nyers
Sukri Haras
Tarcisio Burgnich
Thiago Motta
Virgilio Fossati
Walter Zenga
Wesley Sneijder
Walter Samuel
Youri Djorkaeff
Zlatan Ibrahimovic

Skuat

Berikut merupakan skuat Internazionale pada musim 2010 – 2011.

 1  GK Júlio César
 2  DF Iván Córdoba (Wk. Kapten)
 4  DF Javier Zanetti
 5  MF Dejan Stanković
 6  DF Lúcio
 8  MF Thiago Motta
 9  FW Samuel Eto'o
10 MF Wesley Sneijder
11 MF Sulley Ali Muntari
12 GK Luca Castellazzi
13 DF Maicon
17 MF McDonald Mariga
18 FW David Suazo
19 MF Esteban Cambiasso
20 MF Joel Chukwuma Obi
21 GK Paolo Orlandoni
22 FW Diego Milito
23 DF Marco Materazzi
24 DF Nelson Rivas
25 DF Wálter Samuel
26 DF Cristian Chivu
27 FW Goran Pandev
29 MF Philippe Coutinho
30 MF Mancini
39 DF Davide Santon
40 MF Nwankwo Obiorah
88 FW Jonathan Biabiany

Keluar dipinjamkan

GK  Enrico Alfonso (dipinjamkan ke Modena, dimiliki bersama Chievo)
51    GK Vid Belec (dipinjamkan ke Crotone)
DF   Luca Caldirola (dipinjamkan ke Vitesse)
DF   Giulio Donati (dipinjamkan ke Lecce)
MF  Alberto Gerbo (dipinjamkan ke Triestina)
MF  Luca Siligardi (dipinjamkan ke Bologna)
MF  Gianluca Litteri (dipinjamkan ke Salernitana)
MF  Samuele Beretta (dipinjamkan ke Pavia)
FW  Riccardo Bocalon (dipinjamkan ke Portogruaro)
49    FW Mattia Destro (dipinjamkan ke Genoa)
FW  Aiman Napoli (dipinjamkan ke Crotone)
33    FW Victor Obinna (dipinjamkan ke West Ham)

Nomor yang dipensiunkan / diabadikan :


3 Giacinto Facchetti Bek kiri 1960 – 1978

Staf teknik
 
Menurut situs web resmi :
 
Jabatan  :                                       Nama  :

                  Pelatih                                         Rafael Benitez

                  Konsultan Teknik                        Amedeo Carboni

                  Asisten Pelatih                             Mauricio Pellegrino

                  Pelatih kebugaran                        Francisco De Miguel

                  Pelatih kiper                                Xavi Valero

                  Asisten teknik                             Giuseppe Baresi

                  Asisten teknik                             Daniele Bernazzani

                  Kepala staff medis                      Franco Combi

                  Dokter                                       Giorgio Panico

                  Pelatih rehabilitasi                       Stefano Rapetti

                  Physioterapis                              Marco Dellacasa

                 Physioterapis                               Massimo Dellacasa

                 Physiotherapis                             Luigi Sessolo

                 Staff rehabilitasi                           Andrea Galli

                 Staff rehabilitasi                           Alberto Galbiati

                 Direktur Teknik                           Marco Branca

                 Eksekutif Tim Utama                   Gabriele Oriali
Pelatih

           Sejak pertama kali didirikan 56 pelatih telah melatih Inter Milan, pelatih pertama adalah Virgilio Fossati. Pelatih Yang paling lama melatih Inter Milan adalah Helenio Herrera, ia melatih selama 9 tahun (8 tahun berturut-turut), dia juga hingga saat ini adalah pelatih tersukses dalam sejarah Inter Milan, dengan membawa Inter memenangkan 3 scudetto, 2 Piala Champions dan 2 piala Intercontinental.

          José Mourinho adalah pelatih tersukses kedua dalam sejarah Inter Milan, ia melatih sejak 2 Juni 2008 hingga 29 Mei 2010. Pada musim pertama nya di Italia ia membawa Inter memenangkan gelar juara Seri A dan Piala Super Italia. Pada musim kedua ia membawa Inter menorehkan sejarah sebagai klub Italia pertama yang meraih Treble dengan memenangkan gelar Juara Seri A, Juara Coppa Italia dan Juara Liga Champions di musim 2009/10.
Inter Milan sekarang dilatih oleh Rafael Benítez, yang menggantikan José Mourinho sejak 2010.


Nama-nama Yang pernah Melatih Inter :

Virgilio Fossati             1909–1915


Nino Resegotti             1919–1920


Francesco Mauro        1919–1920


Bob Spotishwood        1922–1924


Paolo Schiedler            1924–1926


Árpád Weisz               1926–1928


József Viola                 1928–1929


Árpád Weisz               1929–1931


István Tóth                  1931–1932


Árpád Weisz               1932–1934


Gyula Feldmann           1934–1936


Albino Carraro             1936


Armando Castellazzi     1936–1938


Tony Cargnelli              1938–1940


Giuseppe Peruchetti      1940


Italo Zamberletti           1941


Ivo Fiorentini                1941–1942


Giovanni Ferrari            1942–1945


Carlo Carcano              1945–1946


Nino Nutrizio                1946


Giuseppe Meazza         1947–1948

Carlo Carcano              1948


Dai Astley                     1948


Giulio Cappelli              1949–1950


Aldo Olivieri                 1950–1952


Alfredo Foni                 1952–1955


Aldo Campatelli            1955


Giuseppe Meazza         1955–1956


Annibale Frossi             1956


Luigi Ferrero                 1957


Giuseppe Meazza          1957


Jesse Carver                 1957–1958


Giuseppe Bigogno         1958


Aldo Campatelli            1959–1960


Camillo Achilli               1960


Giulio Cappelli               1960

Helenio Herrera             1960–1968


Alfredo Foni                  1968–1969


Heriberto Herrera          1969–1971


Giovanni Invernizzi         1971–1973


Enea Masiero                1973


Helenio Herrera             1973


Enea Masiero                1974


Luis Suárez                   1974–1975


Giuseppe Chiappella      1976–1977


Eugenio Bersellini           1977–1982


Rino Marchesi                1982–1983


Luigi Radice                   1983–1984


Ilario Castagner             1984–1986


Mario Corso                  1986


Giovanni Trapattoni        1986–1991


Corrado Orrico              1991


Luis Suárez                    1992


Osvaldo Bagnoli             1992–1994


Giampiero Marini           1994


Ottavio Bianchi              1994–1995


Luis Suárez                    1995


Roy Hodgson                 1995–1997


Luciano Castellini            1997


Luigi Simoni                    1997–1998


Mircea Lucescu              1998–1999
           
Luciano Castellini            1999


Roy Hodgson                 1999


Marcello Lippi                1999–2000


Marco Tardelli                2000–2001


Héctor Raul Cúper          2001–2003


Corrado Verdelli             2003


Alberto Zaccheroni         2003–2004


Roberto Mancini             2004–2008


José Mourinho                2008–2010


Rafael Benítez                 2010–


Gelar

Seri A (18) 1909/10, 1919/20, 1929/30, 1937/38, 1939/40, 1952/53, 1953/54, 1962/63, 1964/65 1965/66, 1970/71, 1979/80, 1988/89, 2005/06(1), 2006/07, 2007/08, 2008-09, 2009-10

(1) FIGC menyatakan Internazionale sebagai Juara Seri A setelah Juventus terbukti terlibat dalam Calciopoli.
Piala/Liga Champions (3) 1963-64 1964-65 2009-10
Piala Italia (6) 1938/39, 1977/78, 1981/82, 2004/05, 2005/06, 2009/10
Piala UEFA (3) 1990/91 1993/94 1997/98
Piala Interkontinental (2) 1964 1965
Piala Super Italia (5) 1989 2005 2006 2008 2010
TIM Trophy (6) 2002 2003 2004 2005 2007 2010
Copa Presidente De La Republica (1) 1982
Copa Santiago Bernabeu (2) 1993 2001
Copa Franz Beckenbauer (1) 2008
Coppa Dell'Amicizia Italo-Francese (1) 1959
Coppa Sky (Pisa)(1) 2004
Coppa Sky (1) 2009
Coppa Sud Tirol (2) 2003 2005
Memorial Giorgio Ghezzi (1) 1992
Memorial Luigi Campedelli (1) 1993
Mohamed V Trophy (1) 1962
Ahmed Dahlan Trophy (5) 1939 1940 1941 1942 1943
Pirelli Cup (11) 1996 1997 2000 2001 2002 2003 2006 2007 2008 2009 2010
Torneo Natale Milano (1) 1934
Torneo Milano (1) 1993
Trofeo Valle D'Aosta (1) 1998
Trofeo Birra Moretti (3) 2001 2002 2007
Trofeo Ciudad De Vigo (1) 1996
Trofeo Ciudad de Palma (1) 2006
Trofeo Vincenzo Spagnolo (1) 1998
Triangolare Bolzano (1) 2005

Final
Piala/Liga Champions 3 1966/67, 1971/72
Piala UEFA 1 1996/97
Piala Eropa Tengah (Central Europe Cup) atau (Piala Mitropa) 1 1933
(Dahulu Piala Mitropa mempunyai kedudukan yang sama dengan Piala/Liga Champions pada masa sekarang)
Piala Italia 5 1958/59 1964/65 1976/77 1999/00 2006/07

Penghargaan Individual
FIFA World Player of the Year

Pemain yang memperoleh penghargaan FIFA World Player of the Year ketika bermain untuk FC Internazionale Milano:

2002 – Ronaldo
1997 – Ronaldo
1991 – Lothar Matthäus

Ballon d'Or/European Footballer of the Year

Pemain yang memperoleh penghargaan Ballon d'Or ketika bermain untuk FC Internazionale Milano:

1997 – Ronaldo
1990 – Lothar Matthäus

World Soccer Player of the Year

Pemain yang memperoleh penghargaan the World Player of the Year ketika bermain untuk Internazionale Milano:

2002 – Ronaldo
1997 – Ronaldo
1990 – Lothar Matthäus

UEFA Club Footballer of the Year

Pemain yang memperoleh penghargaan the UEFA Club Footballer of the Year ketika bermain untuk Internazionale:

1997–98 – Ronaldo
2009–10 – Diego Milito

Pemasok Kostum dan Sponsor

Pemasok Kostum
 
dari tahun 1978-1979 dan 1980-1981:Puma
dari tahun 1981-1983 dan 1985-1986:MacSport
dari tahun 1986-1987 dan 1987-1988:Le Coq Sportif
dari tahun 1988-1989 dan 1990-1991:UhlSport
dari tahun 1991-1992 dan 1997-1998:Umbro
dari tahun 1998 hingga sekarang : Nike

Pemasok Sponsor

1981-1982:Inno Hit
1982-1991:Misura
1991-1992:FitGar
1992-1995:Fiorucci
1995-Sekarang:Pirelli

Rivalitas & Head To Head

Di Italia

AC Milan
FC Juventus
AS Roma

Rivalitas di Eropa

Real Madrid
FC Barcelona
Manchester United
Valencia
Chelsea

Pranala luar

(it) (en) Situs web resmi
(en) Profil di UEFA.com

Kamis, 07 Januari 2010


Info Penting bagi Pengguna Handphone


Akhir-akhir ini sering terjadi pencurian HP, baik ditempat - tempat umum, dilampu merah perempatan jalan (dengan memaksa!), dihalte bis,didalam kendaraan umum dan lain - lain.

Setiap handphone memiliki 15 s/d 17 digit serial number yang unique,( IMEI) artinya: tidak mungkin sama dengan handphone lainnya. Untuk mencatat nomor ini, pencet di handphone anda:
�����Pertama tekan : * # 0 6 #
���� Lalu tekan : tanda panah ( arrow )

Selanjutnya : Pada layar akan tampil 15 s/d 17 digit kode,catat nomor ini dan simpan di tempat yang aman. JANGAN simpan di dompet, tinggalkan di rumah atau kantor.

Apabila handphone anda dicuri, hubungi Operator kartu SIM anda dan beritahukan kode ini. Mereka akan dapat melakukan blocking sehingga handphone tersebut tidak dapat digunakan sama sekali walaupun ditukar kartunya karena yang di-block adalah handphone-nya dan bukan nomor panggil handphone. Kemungkinan besar memang handphone anda tidak akan kembali lagi. Namun paling tidak orang jahat juga SAMA SEKALI tidak bisa menggunakannya biar tidak keenakan. Sehingga kalau semua ( atau sebagian besar ) HP - HP yang dicuri tidak bisa berfungsi, maka dipasar gelap harganya akan jatuh, dan mungkin tidak laku lagi. diharapkan trend Pencurian HP sudah nggak mode lagi...

Untuk yang memiliki HP , perhatikan ini : "Bila anda menerima telepon dari CELLNET dan mengatakan bahwa mereka sedang melakukan pengecekan terhadap HP anda, maka: SEGERA MATIKAN HP ANDA. Ada sebuah perusahaan penipu yang akan menyuruh anda menekan #90/90#, nomor tersebut akan mengakses SIM anda dan melakukan sambungan telepon atas biaya / pulsa SIM anda".

Minggu, 13 Desember 2009

kawasan gamping

Kawasan Gamping terletak diKecamatan Gamping kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan ini berada pada Zona Barat Kota Yogyakarta, yang sekaligus merupakan Batas kota. Gamping berperan penting sebagai gerbang masuk kota yogyakarta karena berada disimpul pertemuan jalan raya wates (Jalur Lintas Selatan Jawa) Ringroad Barat Yogyakarta-Ringroad Selatan Yogyakarta.


Kawasan Gamping merupakan Kawasan pinggiran kota(urban-fringe) memiliki konfigurasi cultural Masyarakat pertanian yang produktif, sehingga Gamping menjadi satu-satunya daerah pinggiran Kota Jogjakarta yang memiliki pasar induk Buah & Sayur yang juga berhadapan dengan pasar Gamping, pasar tersebut berada disekitar Jalan Utama Wates, sehingga menyebabkan tingkat kepadatan disekitar kawasan tersbut meningkat, dan hanya beroriientasi pada jalan utama saja antara jalan wates dan ring road selatan.


Kawasan Gamping Merupakan simpul pertemuan antara Jalan Raya wates,Ringroad Barat, Serta Selatan

Yogyakarta.

* Kawasan Gamping juga merupakan gerbang masuk kota yogyakarta yang menjadi tempat transit sementara

sebelum memasuki dan keluar kota Yogayakarta.

* Kawasan pinggiran kota (urban-fringe) memiliki konfigurasi cultural Masyarakat pertanian yang produktif.

Kawasan Gamping terletak diKecamatan Gamping kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan ini berada pada Zona Barat Kota Yogyakarta, yang sekaligus merupakan Batas kota. Gamping berperan penting sebagai gerbang masuk kota yogyakarta karena berada disimpul pertemuan jalan raya wates (Jalur Lintas Selatan Jawa) Ringroad Barat Yogyakarta-Ringroad Selatan Yogyakarta.


Kawasan Gamping merupakan Kawasan pinggiran kota(urban-fringe) memiliki konfigurasi cultural Masyarakat pertanian yang produktif, sehingga Gamping menjadi satu-satunya daerah pinggiran Kota Jogjakarta yang memiliki pasar induk Buah & Sayur yang juga berhadapan dengan pasar Gamping, pasar tersebut berada disekitar Jalan Utama Wates, sehingga menyebabkan tingkat kepadatan disekitar kawasan tersbut meningkat, dan hanya beroriientasi pada jalan utama saja antara jalan wates dan ring road selatan.


Kawasan Gamping Merupakan simpul pertemuan antara Jalan Raya wates,Ringroad Barat, Serta Selatan

Yogyakarta.

* Kawasan Gamping juga merupakan gerbang masuk kota yogyakarta yang menjadi tempat transit sementara

sebelum memasuki dan keluar kota Yogayakarta.

* Kawasan pinggiran kota (urban-fringe) memiliki konfigurasi cultural Masyarakat pertanian yang produktif.